INI PESAN WAGUB JABAR SAAT KUNJUNGI SMK MITRA INDUSTRI MM2100

 Reporter : Dedi Setiawan

INI PESAN WAGUB JABAR SAAT KUNJUNGI SMK MITRA INDUSTRI MM2100
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruhzanululum meninjau SMK Mitra Industri MM2100, Bekasi

BekasiHeadline, Cikarang Barat.(08/22).

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum  Selasa Siang, ( 08/03), melalukan kunjungan ke SMK Mitra Industri MM2100, Cikarang Barat, Bekasi. Kunjungan tersebut dilakukan usai mantan Bupati Tasikmalaya tersebut mendengar aspirasi masyarakat setempat yang disampaikan langsung oleh kepala desa saat meninjau sekolah tersebut. 

Dalam kesempatan tersebut Uu meminta pihak Yayasan mempertimbangkan usulan para kepala Desa.

"Sekolah ini mungkin terlengkap ya di Jawa Barat, saya berterimakasih dan berharap ini dapat membantu program pemerintah provinsi Jawa Barat dalam pendidikan " Ujar UU usai melakukan kunjungan .

Uu menambahkan, dalam penerimaan siswa baru tahun ajaran 2022/2023 adanya sosialisasi terhadap calon peserta didik baru di lingkungan sekitar sekolah.

Ketua Yayasan Mitra Industri Mandiri, Darwoto, menjelaskan pihaknya bersyukur kedatangan Uu Ruzhanul Ulum dan melihat SMK Mitra Industri MM 2100 secara langsung. 

"Masukan dari Pak Wagub tadi kita berharap semakin banyak (warga desa setempat, Ed) yang daftar di sini, semakin banyak yang bisa kita pilih," kata dia.

Dari data yang ada, jelas Darwoto, baru 103 orang yang dari total 900-an pendaftar dari 7 desa di sekitar kawasan MM 2100.

"Kalau lebih banyak, kan banyak pilihan yang bisa kita akomodasi untuk masyarakat yang ada di sekitar kita," jelas dia. 

"Hadirnya sekolah ini memang ditujukan untuk masyarakat di Bekasi supaya naik kelas di dalam proses seleksi di perusahaan," kata dia. 

Pria yang juga menjabat sebagai direktur MM2100 itu mengatakan proses seleksi di sekolah itu memang seperti seleksi masuk di perusahaan.

"Tujuannya supaya gak kaget ketika mereka nanti berinteraksi dengan industri. Budaya industri kita hadirkan di sini sehingga begitu mereka lulus sudah direkrut perusahaan," katanya. 

Mengenai keluhan kurang sosialisasi di wilayah desa sekitar MM 2100, Darwoto mengatakan sudah mensosialisasikan pendaftaran sejak Desember 2021. 

"Kita sudah pasang baliho di berbagai pelosok wilayah Bekasi ini, tetapi karena tadi Pak Kades ada yang belum mendapatkan informasi, kita akan memberikan informasi kepada beliau-beliau itu," ucap dia. 

Dia juga akan memberikan brosur yang dititip di kantor desa agar kepala desa dapat memberikan informasi kepada masyarakatnya. 

Kemudian soal biaya SPP yang dianggap tinggi, Darwoto mengatakan biaya Rp650.000 per bulan itu tidak tinggi apalagi tidak ada lagi biaya praktik dan biaya lain.

"Selama pandemi 2 tahun ini kita berikan keringanan kepada orang tua siswa yang terkena PHK, meninggal," ucap dia.

"Kalau kesulitan ekonomi itu tanggung jawab kita, bagaimana membantu. Kita juga bisa mintakan beasiswa perusahaan, intinya masuk (lolos seleksi, Ed) dulu. Kalau sudah masuk tidak ada istilah mereka kesulitan keuangan," demikian dia. ( Bens )

Tags