DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA PEREKONOMIAN NEGARA

 DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA PEREKONOMIAN NEGARA

Oleh : Andi Muhammad Alqadri

DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA PEREKONOMIAN NEGARA

Sudah beberapa bulan negara kita terperangkap oleh pandemi. Dan perkembangannya terus meningkat setiap harinya mulai dari puluhan, ratusan dan sekarang mulai menginjak pada angka ribuan dan meneka negara ini dari berbagai macam arah salah satunya yaitu arah pada perekonomian.

Dengan adanya pandemi covid 19 ini, negara kita bisa dikatakan berada pada zona yang kristis. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya dari warga negara kehilangan pekerjaan, kehilangan mata pencaharian sehingga tingkat nilai permintaan dari negara kita sendiri sangat jauh dari yang Namanya kepuasan.

Bukan hanya itu, pandemi ini juga berdampak besar pada keuangan negara. Pendapatan negara mulai berkurang saat mulai diterapkannya PSBB, hal tersebut mengakibatkan tempat yang menjurumus pada keramaian seperti tempat wisata dan maskapai penerbangan dengan terpaksa di tutup. Padahal pendapat negara lumayan besar berasal dari tempat-tempat tersebut dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Dikutip dari KOMPAS.com, berdasarkan pertumbuhan dari tahun ke tahun, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 1 2020 terbesar pada sektor informasi dan komunikasi sebesar 0,53 persen. Hal ini cukup bisa dimaklumi mengingat dengan adanya anjuran dari pemerintah untuk “di rumah saja” maka banyak orang menjalankan pekerjaan, hiburan dan pendidikan melalui teknologi informasi.

Berdasarkan analisa data yang dikeluarkan oleh The Singapore University of Technology and Design dengan menggunakan metode estimasi pandemi, Susceptible Infected Recovered (SIR) dengan Data Driven Estimation (DDE), maka diperkirakan puncak pandemi di Indonesia telah terjadi pada bulan 19 April 2020 yang lalu dan diperkirakan akan berakhir secara total pada akhir Juli 2020.

Data ini dikeluarkan per 5 Mei 2020 yang diambil berdasarkan data dari berbagai negara untuk memprediksi berakhirnya pandemi di dunia. Berdasarkan data tersebut, diperkirakan akhir Mei 2020 kebijakan PSBB dapat segera berakhir. Dengan demikian, awal Juni seluruh aktivitas dapat kembali berjalan dengan normal.

Bila prediksi yang ditujukan untuk pendidikan dan penelitian ini benar, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai titik terendah pada kuartal kedua.

Idul Fitri yang biasanya mempunyai pengaruh cukup besar untuk menggerakkan perekonomian, malah menjadi sebaliknya dikarenakan adanya PSBB. 

Kondisi perekonomian Indonesia masih memiliki peluang untuk bangkit. Kekosongan aktivitas selama hampir 3 bulan sejak pertengahan Maret masih memberikan peluang bagi perusahaan untuk langsung bangkit. Keuangan perusahaan diperkirakan masih bisa bertahan sampai.

Beda halnya bila aktivitas normal mulai diadakan pada bulan Agustus atau bahkan Desember. Perusahaan perlu waktu mencari lagi pegawai baru untuk memulai operasi. Banyak perusahaan juga akan tidak kuat bertahan selama lebih dari tiga bulan.

Dikutip dari suara.com bahwa dari sisi makro ekonomi, dengan adanya stimulus fiskal yang disertai dengan realokasi anggaran untuk kesehatan, perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi nasional dari sektor keuangan, diharapkan akan dapat meningkatkan perekonomian secara perlahan di kuartal ketiga.

Dengan menggunakan model Input-Output (IO), Tim Riset Ekonomi PT Sarana Multi Infrastruktur memperkirakan bahwa stimulus fiskal oleh pemerintah sebesar Rp405,1 triliun akan tercipta output dalam perekonomian sebesar Rp649,3 triliun. Sementara itu, nilai tambah dan pendapatan pekerja akan meningkat masing-masing sebesar Rp355 triliun dan Rp146,9 triliun.

Dengan penciptaan output, nilai tambah, dan pendapatan dalam perekonomian, stimulus fiskal yang digelontorkan akan menyerap tambahan tenaga kerja sebesar 15 juta orang atau 11,84 persen dari total tenaga kerja.

Semoga pandemi ini cepat berakhir, agar kita semua bisa Kembali menjalankan rutinitas dengan bebas tanpa terikat oleh aturan. Dan semoga dengan adanya pandemic covid 19 ini dapat memberikan kita kesadaran bahwa akan pentingnya menjaga Kesehatan dalam beraktivitas.