Manajemen Keuangan Mahasiswa di Tengah Pandemi Covid-19

 Manajemen Keuangan Mahasiswa di Tengah Pandemi Covid-19

(Oleh Indah Sri Wahyuningsih Mahasiswi STEI SEBI)

Manajemen Keuangan Mahasiswa di Tengah Pandemi Covid-19

Serangan pandemi covid-19 ini tidak hanya menyerang pada kesehatan namun juga para pekerja banyak yang di (PHK) sehingga peluang kerja saat ini amat minim. Hal tersebut dapat mengancam masa depan masyarakat terutama rakyat kecil yang harus memenuhi banyak kebutuhan. Keadaan seperti ini memukul perekonomian Indonesia, dan belum diketahui kapan virus ini akan berakhir. 

Tidak hanya para pekerja namun pelaku UMKM saat ini pun berpengaruh besar sehingga pendapatan mereka turun drastis. Berbagai cara pemerintah menstabilkan keadaan ini, namun belum bisa diprediksikan. Yang perlu dilakukan masyarakat  saat ini, mereka harus bisa mengatur keuangannya agar tidak merosot dan membawa pengaruh besar bagi perekonomian keluarga kedepannya.

Keuangan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan seseorang, karena merupakan skill penting yang dapat dimanfaatkan untuk membuat keputusan-keputusan ekonomi. Banyak program sebelum pandemi ini telah dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, baik dikalangan masyarakat umum maupun dalam kependidikan, hanya saja evaluasi belum dilakukan. Literasi keuangan pelajar (mahasiswa) pada Pendidikan tinggi berdasarkan metode pembelajaran yang diterapkan di masa pandemi. 

Peran Pendidikan harus tetap berjalan dalam meningkatkan literasi keuangan pelajar sebagai calon generasi berikutnya. Keterbatasan akses pembelajaran sedikit demi sedikit dengan budaya belajar online. Mayoritas pengajar di Indonesia banyak menggunakan metode belajar diskusi dan penugasan dalam jaringan. (Chang, Liang, Chou, & Lin, 2017; Jagušt, Botički, & So, 2018; Wardoyo, Dwi Satrio, & Ma’ruf, 2020).

Pelajar dituntut mampu menyelesaikan tugas-tugas, dan komponen-komponen penilaian terstruktur yang sudah disiapkan pengajar. Sejalan dengan waktu, banyak pelajar yang mengeluhkan bahwa pembelajaran ekonomi dengan metode tersebut membosankan. Kondisi tersebut mendapat respon dari pengajar dengan menyisipkan game dalam pembelajaran online. 

Tapi apakah pembelajaran tersebut cukup memberikan dampak dan peranan terhadap literasi keuangan pelajar?.

Pada kondisi keuangan pelajar/mahasiswa ini harus lebih diperhatikan karena jika tidak diperhatikan dalam manajemen keuangan akan berpengaruh besar untuk kedepannya, apalagi di tengah wabah seperti ini. Ada beberapa cara agar keuangan mahasiswa stabil dan tidak boros saat kondisi pandemi covid-19 ini :

Penghematan kuota internet 

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa internet ini amat sangat dibutuhkan ketika perkuliahan jarak jauh (PJJ). Namun sebagai mahasiswa agar tidak berlebihan menggunakannya kita harus bisa mengatur dengan baik, misalnya gunakan kuota internet itu sesuai kebutuhan saja jangan sampe membuka media sosial yang tidak begitu penting dan tidak ada kaitannya dengan belajar.

Belanja sesuai kebutuhan

Gunakanlah uang sesuai dengan yang dibutuhkan, tidak membeli banyak barang atau makanan lainnya hanya yang diperlukan saja. Harus bisa mengurangi dengan cara membuat laporan keuangan atau catatan, apa saja uang yang masuk dan keluar.

Mencari sumber pendapatan baru

Bisa membuat bisnis online kecil-kecilan dan tidak harus berjualan di tempat keramaian cukup hanya berjualan dirumah, untuk memenuhi sumber tambahan berbisnis sesuai dengan fashion kita sendiri. Sehingga dengan cara ini amat mudah untuk dilakukan menggunakan strategi jualan yang dapat menguntungkan.

Keahlian-keahlian mendasar ditengah pembelajaran yang mendadak online masih dirasa kurang memberikan dampak pada perkembangan literasi keuangan pelajar. Hal ini dapat dilihat dari hasil metode pembelajaran penugasan, pertemuan (online learning), walaupun hasil finansial literasi dalam aspek konsumsi, produksi dan investasi cukup menunjukkan perbedaan skor, tapi skor kumulatif literasi keuangan secara signifikan tidak cukup berdampak untuk meningkatkan literasi keuangan mahasiswa. 

Kondisi yang benar-benar mendadak dan kurang persiapan membuat pembelajaran ekonomi terasa kurang optimal meningkatkan literasi pelajar terhadap ekonomi. Penanaman, pengembangan dan eksplorasi diri untuk meningkatkan pemahaman kita terhadap perekonomian pribadi, mikro maupun makro merupakan hal yang sangat urgent. Literasi keuangan merupakan pertahanan terakhir di masa kondisi ekonomi yang memburuk, maka dari itu kita harus pintar dalam memanage keuangan sendiri agar lebih produktif lagi penggunaannya.