Neem de Trein Naar Becassie

Entah mengapa, lagu anak-anak berjudul “Naik Kereta Api” karya Ibu Sud hanya menyebut
dua kota: Bandung dan Surabaya. Padahal, peradaban “besi-merayap” ini bermula dari
Semarang abad ke-18, persisnya tahun 1868.

http://2.bp.blogspot.com/-Ksd5wvRR7XY/UXgfMJUdwJI/AAAAAAAAATU/apmk8b6Y9V0/s1600/StasiunBatavia.jpg

TAHUn1871, barulah kereta api masuk
Batavia (Jakarta). Itu pun hanya berjarak 9
km, yang membentang antara pelabuhan
(Sunda Kelapa) hingga ke kawasan yang
sekarang kita kenal sebagai Medan
Merdeka. Lantas, kapankah kereta api
melintasi Bekasi?
Sejarah perkereta-apian Tanah Air
mencatat nama perusahaan swasta Belanda
Batavia Ooster Spoorweg Maatschapij (BOS)
yang mengembangkan jaringan rel kereta
api Batavia (Jakarta). Tahun 1887 menjadi
sejarah terhubungnya jalur kereta api Batavia - Bekasi,
melewati Kemayoran, Pasar Senen, dan Meester
Cornelis (Kampung Melayu/Jatinegara).
Stasiun Bekasi awalnya menjadi terminal
pengangkutan hasil bumi ke pelabuhan. Sejak awal
didirikan, stasiun Bekasi diberi nama sesuai nama
daerah. “Plang nama Becassiemerujuk pada nama
ibukota distrik atau kewedanaan Bekasi yang pusat
pemerintahannya di sekitar alun-alun Bekasi. Saat
itu memang alun-alun adalah pusat pemerintahan,”
ujar Ali Anwar, sejarawan Bekasi sambil menunjukkan
beberapa foto arsip yang menunjukkan plang
‘Becassie’.
Menurut penelusuran Poerbatjaraka, kata “Bekasi”
secara filologis berasal dari kata Candrabhaga atau
bentukan dari kata Chandraatau Sasidalam Jawa kuno
berarti bulan, dan Bhagaberarti bagian. Kemudian
dalam pelafalan masa itu sering berubah menjadi
Sasibhagaatau Bhagasasi.Lalu berkembang menjadi
pengucapan singkat Bhagasi. Pengaruh Belanda-lah
yang kemudian menuliskan Bhagasi menjadi Becassie,
berangsur berubah menjadi Bekassie, Bekassi, dan
akhirnya Bekasi.
Plang nama ‘Becassie’ juga ditemukan di daerah
Lemah Abang. Ali mengatakan, “Saya rasa itu hanya
sebagai tanda arah bahwa ke sebelah barat dari stasiun
Lemah Abang ada stasiun Bekasi.” Kini, stasiun bekasi
dalam sandi kereta api tertulis “Bekasi+19”. Tambahan
angka menunjukkan angka ketinggian stasiun di atas
permukaan laut.
Pembangunan rel kerata api pada awal-mulanya
memang ditujukan untuk keperluan pengangkutan
barang terutama hasil bumi. Tak terkecuali
pembangunan rel kereta api di Bekasi yang pada
awalnya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan para
investor tuan tanah atau landheer. “Hal itu seiring
diberlakukannya politik liberalisasi ekonomi yang
diberlakukan pemerintah kolonial Belanda yang
memungkinkan landheer ini menyewa tanah di Bekasi
untuk lahan pertanian dan perkebunan,” jelas Ali
Anwar, sejarawan yang sangat menguasai sejarah
Bekasi.
Beban moda transportasi melalui jalan
raya dan sungai pun menjadi berkurang.
Sampai beberapa masa, moda kereta api ini
menjadi andalan untuk pengangkutan hasil
bumi.
Era berubah, zaman berkembang. Sejak
beroperasinya jalan tol bebas hambatan
Jakarta – Cikampek, pengangkutan barang
lebih banyak berpindah menggunakan jalur
jalan raya. Sejak itu, kereta lebih banyak
dipergunakan untuk pengangkutan orang
dari Cikampek ke Jakarta atau sebaliknya.
Pertumbuhan penggunaan kereta api
sebagai moda transportasi orang dari dan
ke Jakarta selanjutnya mengikuti pesatnya
pertumbuhan penduduk.
Orang Bekasi sampai akhir 90-an masih
bisa melihat bangunan utama stasiun yang
berwajah arsitektur art deco. Belakangan
bentuk lama stasiun Bekasi ini hampir tidak
terlihat lagi, selain sedikit tersisa di sisi
barat.
Stasiun Bekasi adalah stasiun kereta
api untuk dua jenis kereta yaitu reguler
dan commuter baik menggunakan Kereta
Rel Listrik (KRL) maupun Kereta Rel
angka menunjukkan angka ketinggian stasiun di atas
permukaan laut.
Pembangunan rel kerata api pada awal-mulanya
memang ditujukan untuk keperluan pengangkutan
barang terutama hasil bumi. Tak terkecuali
pembangunan rel kereta api di Bekasi yang pada
awalnya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan para
investor tuan tanah atau landheer. “Hal itu seiring
diberlakukannya politik liberalisasi ekonomi yang
diberlakukan pemerintah kolonial Belanda yang
memungkinkan landheer ini menyewa tanah di Bekasi
untuk lahan pertanian dan perkebunan,” jelas Ali
Anwar, sejarawan yang sangat menguasai sejarah
Bekasi.
Beban moda transportasi melalui jalan
raya dan sungai pun menjadi berkurang.
Sampai beberapa masa, moda kereta api ini
menjadi andalan untuk pengangkutan hasil
bumi.
Era berubah, zaman berkembang. Sejak
beroperasinya jalan tol bebas hambatan
Jakarta – Cikampek, pengangkutan barang
lebih banyak berpindah menggunakan jalur
jalan raya. Sejak itu, kereta lebih banyak
dipergunakan untuk pengangkutan orang
dari Cikampek ke Jakarta atau sebaliknya.
Pertumbuhan penggunaan kereta api
sebagai moda transportasi orang dari dan
ke Jakarta selanjutnya mengikuti pesatnya
pertumbuhan penduduk.
Orang Bekasi sampai akhir 90-an masih
bisa melihat bangunan utama stasiun yang
berwajah arsitektur art deco. Belakangan
bentuk lama stasiun Bekasi ini hampir tidak
terlihat lagi, selain sedikit tersisa di sisi
barat.
Stasiun Bekasi adalah stasiun kereta
api untuk dua jenis kereta yaitu reguler
dan commuter baik menggunakan Kereta
Rel Listrik (KRL) maupun Kereta Rel
Diesel (KRD). Terletak di tepi jalan Ir. H. Juanda, kota
Bekasi setiap harinya melayani tak kurang dari ribuan
penumpang komuter dengan tujuan Jakarta maupun ke
timur hingga Cikampek dan Purwakarta.
Stasiun ini juga menjadi jalur utama kereta api
lintas Jawa yang menghubungkan Jakarta dengan
Surabaya. Meski bukan stasiun tujuan akhir atau stasiun
keberangkatan bagi kereta api lintas Jawa, tetapi pada
tahun 2013 diberlakukan ketentuan yang memungkinkan
kereta api jarak jauh menurunkan penumpang di stasiun
ini.
Saat ini Bekasi akan dilintasi proyek double-double
trackatau rel dwi-ganda Manggarai-Cikarang. Stasiun
Bekasi rencananya akan dipercantik dan dipermodern
menjadi dua lantai mirip stasiun Tanah Abang.
Rel dwi-ganda ini juga berimbas pada bertambahnya
jumlah kereta dan jam keberangkatan kereta. PT KAI
menargetkan sedikitnya satu juta penumpang akan
menjadi pengguna kereta api dan menggunakan
stasiun Bekasi sebagai tempat keberangkatan dan
kepulangan setiap bulannya. Stasiun Bekasi yang pernah
menorehkan kisah-kisah sejarah sebentar lagi akan
berganti wajah.

Tags