Liga Primer Inggris Nilainya Tiga Kali Lipat dari Bundesliga

lonDon – Naiknya nilai kontrak hak siar
Liga Primer Inggris sampai 71 persen mencapai
Rp 100 Triliun untuk tiga tahun mulai 2016,
membuat kompetisi sepak bola di “Negeri Ratu
Elisabeth” tersebut menjadi yang termahal di
dunia. Nilainya tiga kali lipat dari yang didapat
Bundesliga dan dua kali lipat dari Seri A Italia.
Dalam 10 tahun terakhir nilai kontrak
hak siar Bundesliga memang mengalami
peningkatan. Pendapatan dari hak siar musim
ini 690 juta euro (Rp 9,9 triliun) dan bertambah
menjadi 835 juta euro (Rp 12 triliun) di musim
2016/2017. Dibanding 10 tahun lalu nilainya
sudah meningkat dua kali lipat.


http://4.bp.blogspot.com/-arrjmAN4t4c/VKOQWAgVTlI/AAAAAAAAHs4/7o-Ww1fpnSw/s1600/Barclay%2BPremier%2BLeague%2BLogo.jpg
Meski mengalami peningkatan, Bundesliga
masih kalah dibandingkan Liga Primer. Angka
835 juta euro hanya sepertiga dibanding Liga
Inggris di musim yang sama (Rp 33,3 triliun). Sedangkan kontrak terbaru tayangan Serie A
di Italia untuk musim 2015 sampai 2018 senilai
2,8 miliar euro (Rp 40,5 triliun) -- sekitar Rp 13,5
triliun semusim. Jumlah tersebut tak sampai
separuh dari kontrak Liga Primer 2016-2019.
Dengan angka tersebut nilai tayangan Serie A per
musimnya telah meningkat 114 juta euro (Rp 1,6
triliun) dibanding priode sebelumnya. Hak siar
Serie A di Italia kini dipegang dua perusahaan
penyiaraan yakni Sky Italia dan Mediaset.
Serie A memiliki skema tersendiri untuk
membagi pendapatan yang diterima dari hak
siar televise. Rinciannya, 40 persen dibagi rata ke
20 klub, 30 persen dibagi berdasarkan estimasi
jumlah suporter dan 30 persen sisanya dibagi
berdasarkan posisi klub musim lalu, posisi klub di
lima musim terakhir dan sejarah yang dimiliki.
Sementara itu, Ligue 1 Prancis cuma
mendapat 750 juta eruo (Rp 10,8 triliun) dari
kontrak baru penjualan hak siar untuk 2016
sampai 2020. Itu artinya setiap musim nilainya
adalah Rp 2,7 triliun. Presiden Asosiasi Klub
Profesional Prancis, Philippe Diallo, menyebut
kalau kesepakatan baru yang dilakukan Liga
Primer Inggris dengan Sky dan BT Sport
membuat jurang pemisah antara kedua liga
semakin melebar. Dikhawatirkan kondisi itu
akan berakibat klub-klub Prancis akan kesulitan
mempertahankan pemain-pemain mudanya.
“(Liga) Inggris tidak lagi punya lawan.Rata-rata
klub mereka memboyong pemain terbaik kami.
Hugo Lloris disanjung sebagai salah satu kiper
terbaik di dunia, dikontrak Tottenham, yang tidak
main di Liga Champions,” kata Diallo.
Berbeda dengan Inggris, Jerman, Italia,
dan Prancis, La Liga Spanyol punya sistem
penjualan hak siar berbeda. Di La Liga setiap
klub melakukan sendiri negosiasinya dengan
perusahaan penyiaran.Kondisi tersebut cuma
menguntungkan Barcelona dan Real Madrid.
Kedua raksasa itu total mendapat 375 juta
euro per tahun dari hak siar. Angka tersebut
merupakan separuh dari total nilai hak siar yang
didapat 20 klub yang berlaga.
Ketimpangan itu membuat peserta La Liga
sempat mengancam akan mogok. Mereka
berharap pemerintah turun tangan membantu
menemukan formulasi pengaturan penjualan hak
siar yang adil dan merata. Maklum, ketimpangan
jumlah pemasukan dari hak siar tersebut
membuat Barca dan Madrid selalu bisa lebih
unggul dari musim ke musim
Tags